Tanjung Selor (28/04/2026) – Dalam upaya memperkuat sinergi antara sektor akademik dan institusi kepolisian, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) bersama Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan berhasil menyelenggarakan kegiatan Kunjungan dan Diskusi Strategis antara Tim Fakultas Hukum dan Tim Pokja Pusat Studi Kepolisian Polda Kaltara, pada Selasa, 28 April 2026, di Rupatama Bhara Daksa Gedung B Polda Kaltara.
Kegiatan ini menjadi babak baru dalam tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani sebelumnya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian Polda Kaltara sebagai wadah kolaboratif dalam pengembangan kebijakan, penelitian, dan pemikiran strategis terkait reformasi institusi kepolisian.
Acara dibuka dengan sambutan resmi dari Kapolda Kaltara, yang diwakili oleh Karo SDM Polda Kaltara, yang menegaskan pentingnya kontribusi akademik dalam mendukung transformasi kultur organisasi Polri. Ia menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi tak hanya membawa nilai intelektual, tetapi juga menjadi pondasi bagi keberlanjutan inovasi kepolisian di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan dalam sambutannya menyambut baik kedekatan antara dunia akademik dan dunia kepolisian. “Kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kita bersama untuk menghasilkan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu hukum, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tak kalah penting, rangkaian kegiatan juga mencakup penyampaian struktur organisasi dan komposisi Tim Pokja Pusat Studi Kepolisian Polda Kaltara, yang terdiri dari sejumlah dosen, praktisi hukum, dan staf dari Biro SDM Polda Kaltara. Komposisi ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keberagaman pendekatan dalam penelitian dan pengkajian kebijakan.
Puncak dari kegiatan ini adalah sesi diskusi ilmiah yang mengangkat tema utama: “Transformasi Kultur Organisasi Polri dalam rangka mendukung Tugas Pokok Polri”. Diskusi yang panjang dan intensif membahas berbagai aspek seperti budaya kerja, kedisiplinan, penerapan teknologi, serta peran Polri dalam mewujudkan keadilan dan ketertiban umum di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Kegiatan ditutup dengan pembulatan hasil diskusi dan ucapan terima kasih dari kedua belah pihak. Kepala Biro SDM Polda Kaltara menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis menuju organisasi Polri yang profesional, inovatif, dan presisi—sesuai motto Biro SDM Polda Kaltara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, kondusif, dan mendapatkan respons positif dari semua peserta.









