Tanjung Selor (2/3/2026) – Biro SDM Polda Kaltara menyelenggarakan Rapat Koordinasi terkait mekanisme pembiayaan melalui Bank Himbara untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026. Kegiatan digelar di Ruang Karo SDM Polda Kaltara, Senin (2/3/2026), pukul 09.30 WITA, dengan tujuan mewujudkan swasembada pangan di wilayah Kalimantan Utara secara berkelanjutan dan transparan.
Rapat dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Kaltara dan dihadiri oleh berbagai pihak strategis, antara lain pejabat dari jajaran Polres/Ta jajaran Polda Kaltara, para Kapolsek, operator ketahanan pangan, Kepala Cabang Bulog Tarakan dan Kabupaten Bulungan, serta perwakilan dari tiga Himbara yaitu Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri di wilayah Provinsi Kaltara. Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Kaltara menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah rawan pangan. Ia mengapresiasi kerja sama lintas institusi yang sinergis dan berkomitmen tinggi.
Paparan dari perwakilan Bank Himbara menjelaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen utama pendanaan, dengan pembagian kategorinya sebagai berikut: KUR Super Mikro: Pinjaman di bawah Rp10 juta, KUR Mikro: Rp10 juta hingga Rp100 juta, KUR Kecil: Rp100 juta hingga Rp500 juta. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah fleksibilitas pembayaran yaitu bagi petani yang menjalani program tanam jagung, cicilan KUR dapat dilakukan setelah panen — membantu mengurangi tekanan keuangan saat masa tanam.
Di sisi lain, Bulog melaporkan proses pengajuan pembangunan dua gudang penyimpanan pangan strategis di dua titik strategis yaitu Desa Sesuai, Kecamatan Malinau, dan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Nunukan. Dua proyek infrastruktur ini diharapkan bisa menopang distribusi pangan dan memperkuat sistem penyimpanan cadangan bahan pangan.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat, dengan berbagai masukan terkait mekanisme pendampingan, pemantauan realisasi, dan pelaksanaan audit. Hasilnya, seluruh peserta menyetujui pendekatan koordinatif dan berbasis data dalam pelaksanaan program ini.
Kegiatan di tutup dengan komitmen bersama untuk memperluas akses keuangan inklusif bagi petani dan kelompok tani (Poktan) di wilayah Polda Kaltara, sejalan dengan visi Pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan nasional.










